Category ""

  • 121.png

    Agroecology Is Not New to Us

    Reclaiming Dayak Ecological Wisdom for Food Sovereignty and a Living Future By Sani Lake, JPIC Kalimantan A seed is never merely a seed. Within it lives the memory of soil, rain, drought, harvest, hunger, celebration, and care. It carries the patient work of those who selected it, planted it, protected it, and passed it from one season to the next. A seed also contains a promise: that another family may eat, another field may grow, and another generation may still know how to cultivate life. For many Dayak . . .

  • 401.jpeg

    Menanam Harapan di Gaung Baru

    Ketika Perempuan Dayak Kahayan Mengubah Pekarangan Menjadi Sekolah Kehidupan Sore mulai turun di Kelurahan Gaung Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangkaraya. Di teras sebuah rumah bercat ungu, belasan perempuan duduk melingkar. Sebagian memegang spidol, sebagian lagi memperhatikan lembaran kertas besar yang ditempel di dinding rumah. Tidak ada podium. Tidak ada narasumber yang berdiri paling depan. Tidak ada jarak antara yang mengajar dan yang belajar. Yang ada hanyalah percakapan. Percakapan tentang kehidupan. Tentang harga . . .

  • 17IMG_0443.jpeg

    Dari Penerima Manfaat Menjadi Pemimpin Perubahan

    Suatu ketika dalam sebuah diskusi bersama petani di pedalaman Kalimantan Tengah, seorang ibu petani mengatakan, “Dulu kami selalu menunggu bantuan. Sekarang kami mulai bertanya, apa yang bisa kami lakukan sendiri?” Kalimat sederhana itu mungkin terdengar biasa. Namun bagi kami di JPIC Kalimantan, kalimat tersebut mencerminkan perubahan besar yang sedang berlangsung di banyak komunitas. Perubahan yang tidak hanya menyangkut teknik bertani, tetapi juga cara pandang terhadap diri sendiri, terhadap pengetahuan, dan . . .

  • 40d43665d6-8f03-444e-be19-252219c0ebad.png

    Gerekan Peningkatan Skala Agroekologi Komunitas dan Penghidupan Berkelanjutan untuk Ketahanan Iklim

    Di sebuah pagi yang tenang di pedalaman Barito Timur, seorang perempuan Dayak Ma’anyan tersenyum sambil mengangkat rumpun keladi yang baru dipanen dari kebun keluarganya. Tangannya memegang hasil panen sederhana itu dengan bangga. Di belakangnya berdiri hutan yang masih tersisa, menjadi saksi hubungan panjang antara manusia, tanah dan pangan. Bagi sebagian orang, keladi mungkin hanya tanaman biasa. Namun bagi masyarakat di Barito Timur, ia adalah simbol ketahanan. Ia tumbuh ketika musim tidak menentu. Ia menjadi sumber . . .